DISTOSIA KARENA KELAINAN JALAN LAHIR PDF

Diponegoro No. Kelancaran persalinan tergantung 3 faktor P, yaitu kekuatan ibu power , keadaan jalan lahir passage dan keadaan janin passanger. Faktor lainnya adalah psikologi ibu respon ibu , penolong saat bersalin, dan posisi ibu saat persalinan. Kelambatan atau kesulitan persalinan ini disebut distosia. Salah satu penyebab dari distosia adalah kelainan jalan lahir keras seperti penyempitan bidang atas panggul, penyempitan bidang tengah panggul, dan penyempitan bidang bawah panggul. Distosia berpengaruh buruk bagi ibu maupun janin.

Author:Nikorr Tezahn
Country:Turks & Caicos Islands
Language:English (Spanish)
Genre:Art
Published (Last):22 August 2017
Pages:492
PDF File Size:10.2 Mb
ePub File Size:4.11 Mb
ISBN:349-2-90274-287-1
Downloads:76186
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fejin



Os sacrum 3. Os cocsigeus Secara fungsional, panggul terdiri dari 2 bagian yang disebut pelvis mayor dan pelvis minor. Pelvis mayor adalah bagian pelvis yang terletak diatas linea terminalis, disebut juga false pelvis. Pelvis minor true pelvis adalah bagian pelvis yang terletak dibawah linea terminalis, yang mempunyai peranan penting dalam obstetrik dan harus dapat dikenal dan dinilai sebaik-baiknya untuk dapat meramalkan dapat dan tidaknya bayi melewatinya.

Bidang bawah saluran ini tidak merupakan suatu bidang seperti pintu atas panggul, akan tetapi terdiri dari dua bidang disebut pintu bawah panggul pelvic outlet. Ruang panggul mempunyai ukuran yang paling luas dibawah pintu atas panggul, akan tetapi menyempit di panggul tengah ini disebabkan oleh adanya spina ischiadica yang kadang-kadang menonjol kedalam ruang rongga panggul. Jarak terjauh garis melintang pada pintu atas panggul lebih kurang 11,5 — 13 cm disebut diameter trasversal.

Bila ditarik garis dari articulatio sakroiliaka ke titik persekutuan antara diameter transversa dan konjugata vera dan diteruskan ke linea innominata disebut diameter oblique, kurang lebih 13 cm.

PINTU BAWAH PANGGUL Pintu bawah panggul bukan merupakan bidang datar, tetapi tersusun atas dasar dua bidang datar yang masing-masing berbentuk segitiga yaitu bidang yang dibentuk oleh garis antara kedua buah tubera ossis ischii dengan ujung os sacrum dan segitiga lainnya yang alasnya juga garis antara kedua buah tubera ossis ischii dengan bagian bawah simfisis.

Pinggir bawah simfisis berbentuk lengkung kebawah dan membentuk sudut arcus pubis. Jarak antara kedua tubera ossis ischii adalah 10,5 cm. Di panggul tengah terdapat penyempitan setinggi kedua spina ischiadika. Jarak antara kedua spina ini distansia interspinarum normalnya 10,5 cm. Indikasi pemeriksaan harus dilakukan secara tepat terutama untuk kasus-kasus yang dengan pemeriksaan klinis diduga kuat adanya disproporsi antara kepala janin dan panggul ibu. Banyak cara yang dipakai untuk mengukur pelvis, semuanya bertujuan untuk mengukur garis-garis terpenting pelvis dan mengadakan koreksi untuk distorsi yang ditimbulkan oleh magnifikasi pada radiogram.

Yang paling sederhana adalah cara cochler sussman yang dimodifikasi. Dengan ini dibuat 2 radiogram antero-posterior dan lateral pelvis yang penting diukur adalah konjugata vera, panggul tengah dan panggul bawah. Perlu juga dinilai sakrum yang konkaf atau sakrum yang lurus karena dapat mempengaruhi jalannya persalinan.

Turunnya kepala dinilai terhadap spina ischiadika. Pada proyeksi ini diukur diameter melintang pintu atas panggul, jarak antara spina ischiadika panggul tengah dan jarak antara kedua tuber ischiadikum panggul bawah. Selain ukuran — ukuran panggul, perlu diketahui 4 bentuk dasar panggul, yaitu ginekoid, android, antrofoid dan platipheloid.

Bentuk ginekoid menunjukan pintu atas panggul yang bundar. Bentuk antropoid diameter melintangnya lebih sempit daripada konjugata vera sebaliknya panggul plathipeloid bentuknya lonjong dengan aksis panjang dalam keadaan melintang. Akhirnya panggul android bentuknya seperti segitiga dan ukuran —ukurannya agak sempit.

Dalam praktek, konjugata vera dan diameter intertspinosum merupakan ukuran-ukuran yang terpenting, terutama konjugata vera, dalam menentukan suatu proses persalinan. Kesempitan panggul bisa pada inlet, midpelvis, outlet atau kombinasi dari ketiganya. Kesempitan mid pelvis Terjadi bila diameter interspinorum 9 cm. Kesempitan midpelvis hanya dapat dipastikan dengan rontgen pelvinometri. Adanya kesempitan ini sebetulnya merupakan kontraindikasi untuk forceps karena daun forceps akan menambah sempitnya ruangan.

Kesempitan outlet, meskipun tidak menghalangi lahirnya janin, namun dapat menyebabkan perineal ruptur yang hebat, karena arkus pubis sempit sehingga kepala janin terpaksa melalui ruangan belakang.

Maulage kepala berlangsung lama e. Sering terjadi insertia uterus sekunder f. Pada panggul sempit menyeluruh bahkan didapati insersia uteri primer g. Partus yang lama akan menyebabkan peregangan SBR dan bila berlarut-larut akan menyebabkan ruptur uteri. Dapat terjadi simfisiolisis, infeksi intra partal i. Partus lama mengakibatkan penekanan yang lama pada jaringan lunak menyebabkan edema dan hematoma jalan lahir yang kelak akan menjadi nekrotik dan terjadilah fistula.

ARCANUM ARCANORUM PDF

ppt bu darmi distosia bahu

Zona ruangan Merupakan bagian terluas rongga pelvis. Zona pelvis tengah Dibatasi oleh : arkus pubis, spina ischiadika, ligamentum sakrospinosum, ujung tulang sacrum. Spina ischiadika membagi pelvis tengah menjadi : segitiga depan dibatasi oleh arkus pubis,rami osis pubis. Segitiga belakang dasarnya spina ischiadika, lateralnya sakrospinosum. Penyempitan panggul tengah menyebabkan kegagalan putar paksi dalam, deep transverse arrest atau occipito posterior persistent, kesulitan untuk melakukan pemasangan forceps. Zona pintu keluar outlet Sebagian besar tidak terlalu banyak pengaruhnya terhadap persalinan.

INDUSTRIEROBOTER WEBER PDF

Kesempitan panggul biasa pada : Kesempitan pada pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit apabila konjugata vera kurang dari 10 cm , atau diameter transversa kurang dari 12 cm, oleh karena pada panggul sempit kemungkinan lebih besar bahwa kepala tertahan oleh pintu atas panggul, maka dalam hal ini serviks uteri kurang mengalami tekanan kepala. Kesempitan panggul tengah Apabila ukuran inikurang dari 9,5 cm, perlu kita waspada terhadap kemungkinan kesukaran pada persalinan. Pada panggul tengah yang sempit , lebih sering ditemukan posisi oksipitalis posterior persisten atau presentasi kepala dalam posisi lintang tetap Kesempitan pintu bawah panggul Kalau diameter transversa dan diameter sagitalis posterior kurang dari 15 cm, timbul kemacetan pada kelahiran janin ukuran biasa. Kesempitan outlet dapat menyebabkan perineal ruptur yang hebat, karena arkus pubis sempit kepala janin terpaksa melalui ruangan belakang. Kelainan jalan lahir lunak Adalah kelainan servik uteri, vagina , selaput dara dan keadaan lain pada jalan lahir lunak 1. Walaupun his normal dan baik, kadang — kadang pembukaan serviksjadi macet karena ada kelainan yang menyebabkan serviks tidak mau membuka.

Related Articles